Namun meskipun itu wajar, bukan berarti kita membiarkan sifat emosi naik turun itu ada dalam diri kita. Justru, di masa remaja ini, kita belajar agar bisa mengendalikan emosi tersebut. Faktanya, tidak sedikit orang yang gagal belajar sehingga sampai tua pun, ia tetap emosian, labil, dll. artinya, jangan anggap kalau seiring bertambah usia, emosi labil itu akan hilang dengan sendirinya.
WHY WE MAD?
Mengapa kita marah? Banyak alasannya, tapi menurut psikologi ada dua sebab utama. Pertama, karena pribadi orangnya. Pribadi orang yang cepat marah biasanya berego tinggi, tidak suka kalah, dan kurang pintar mengelola frustasi. Dua, orang marah karena melihat situasi yang tidak mendukungnya.
MAD NOT ALWAYS BAD, HOW?
Marah memang dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Tapi ternyata Alkitab tidak setuju dengan hal itu. Efesus 4:26-27 mengatakan kita boleh marah, tapi jangan sampai hal itu membuat kita jatuh dalam dosa karena marah bisa jadi celah buat iblis. Faktanya, ada banyak tokoh Alkitab yang pernah marah dan hal itu tidak dipandang Tuhan sebagai dosa. Beberapa kali Musa marah (saat melihat bangsa Israel menyembah anak lembu emas,misalnya) tetapi ia tidak dianggap berdosa. Lalu, bagaimana marah yang baik itu ? Firman Tuhan kasih tipsnya.Jangan cepat marah (Yakobus 1:19), jangan lama-lama kalau marah (Efesus 4;26), jangan marah karena iri (Mazmur 37:1) dan jangan sampai marah itu melukai Tuhan , orang lain dan dirimu sendiri.
Diambil dari : Renungan Harian Pemuda dan Remaja Spirit Next (Oktober 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar