Kamis, 31 Oktober 2013

Diam atau Bicara?

Bicara adalah hal hal yang sudah pasti kita pelajari sejak kecil. Bahkan sebelum kita mengucapkan semua kalimat-kalimat dengan jelas, sejak bayi kita sudah bicara, yaitu dengan menangis.
Semakin besar, kita pun semakin bisa mengekspresikanberbagai perassan kita melalui ucapan. Kita bahkan bisa menyatakan pendapat,pemikiran, pertanyaan dsb, melalui ucapan kita. Tapi apa yang kita katakan juga tidk selalu membuat semuanya menjadi lebih baik. kadang ucapa kita juga bisa membuat kita terlibat dalm suatu masalah. dari situlah muncul pepatah "mulutmu,harimaumu" atau "diam itu emas" yang intinya memperingatkan tentang bahayanya kata-kata yang kita ucapkan.

Diam atau Biacara?
Meskipun diam sering dianggap sebagai hal yang lebih baik daripada bicara, tapi banyak hal dimana sikap diam justru adalah sikap yang sangat buruk. Beberapa situasi berikut ini adalah contoh ketika kamu harus berani bicara.

1. Saat Belajar
Meskipun guru-guru kita sering menyuruh kita diam saat di dalam kelas atau waktu jam belajar, tapi cara belajar yang baik bukanlah dengan sekadar mendengar atau menerima saja. Belajar akan lebih efektif saat kita juga bisa bicara, menyatakan pendapat, berani bertanya, diskusi dan bukan cuma duduk melihat orang lain.
2. Saat Melihat Ada Yang Tidak Benar
Melihat ada yang diperlakukan tidak adil,melihat ada yang difitnah padahal kamu tahu kebenarannya, melihat ketika ada orang yang berjalan ke arah yang salah atau mengambil keputusan yang keliru, dll, tentu tidak bisa kita hanya melihat saja. Kalau itu yang bisa dilakukan , bisa dibilang kita sudah mengambil sikap yang tidak ada bedanya dengan menyetujui ketidakadilan,fitnah, atau perbuatan salah itu. Aturan hukum pun mengatur kalau ada seseorang yang membiarkan terjadinya tindakan kejahatan begitu saja, ia bisa dihukum.
3. Saat Disadari Kesombongan
Sering kali orang sombong itu digambarkan sebagai orag yang suka berbicara tentang dirinya. Padahal, kesombongan juga bisa muncul dalam bentuk sikap diam. Kita butuh pertolongan tapi tidak meminta tolong karena gengsi, tidak mau terlihat lemah, dll, termasuk kita tidak mau minta tolong sama Tuhan.

Diambil dari : Renungan Harian Pemuda dan Remaja Spirit (November 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar